Parigi Moutong, EKOPOLIS.CO.ID – Aliansi Masyarakat Bersatu (AMB) Kabupaten Parigi Moutong menggelar audiensi dengan Kapolsek Moutong guna membahas persoalan serius terkait maraknya peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Moutong, Rabu (31/12).
Audiensi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kegelisahan masyarakat terhadap meningkatnya ancaman narkotika yang dinilai telah merusak generasi muda serta mengganggu stabilitas sosial di Kecamatan Moutong dan sekitarnya.
Dalam pertemuan itu, Amar Mayah perwakilan AMB menegaskan bahwa peredaran narkoba bukan lagi isu tersembunyi, melainkan sudah menjadi ancaman nyata yang merambah hingga ke desa-desa. AMB mendesak aparat kepolisian untuk lebih serius, terbuka, dan tegas dalam melakukan upaya pemberantasan, termasuk menindak jaringan pengedar tanpa pandang bulu.
“Kami datang bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk mendorong komitmen bersama. Narkoba sudah menjadi musuh bersama masyarakat. Jika ini dibiarkan, maka kehancuran sosial hanya tinggal menunggu waktu,” tegas Amar Mayah perwakilan AMB dalam audiensi tersebut.
Kapolsek Moutong dalam tanggapannya menyampaikan bahwa pihak kepolisian berkomitmen penuh dalam memerangi peredaran narkoba. Ia mengakui bahwa keterbatasan personel dan luasnya wilayah menjadi tantangan, namun menegaskan bahwa Polsek Moutong terus melakukan langkah-langkah preventif maupun represif.
“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Peran serta masyarakat sangat penting, terutama dalam memberikan informasi yang akurat. Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan polisi sendiri,” ujar Kapolsek Moutong AKP Felix A. Saudale S.H
Audiensi tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta elemen pemuda dalam membangun kesadaran kolektif melawan narkoba melalui edukasi dan pengawasan sosial.
Sebagai penutup, AMB menyatakan akan terus mengawal komitmen Polsek Moutong dan mendorong terbentuknya langkah konkret serta berkelanjutan dalam upaya pemberantasan narkoba di Parigi Moutong, khususnya di wilayah Moutong. (*)

















