Kota Gorontalo — Konferensi Cabang (Konfercab) XXIV Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Kota Gorontalo menjadi momentum penting dalam menentukan arah gerak organisasi ke depan. Dua kader terbaik resmi menyatakan kesiapan bertarung sebagai calon Ketua Umum PC PMII Kota Gorontalo periode 2026–2027, yakni Ikbal Ka’u dan Fauzan Mokoagow.
Keduanya hadir dengan latar belakang, gagasan, serta visi-misi yang mencerminkan dinamika pemikiran kader PMII di tingkat cabang.
Ikbal Ka’u mengusung visi “PMII yang berakar di masyarakat, berpikir global, dan bertindak lokal.” Ia menekankan pentingnya peran PMII sebagai organisasi kader yang responsif terhadap persoalan sosial dan lingkungan hidup di daerah. Dalam misi yang ditawarkan, Ikbal menyoroti penguatan advokasi sosial-lingkungan, peningkatan kapasitas intelektual dan digital kader, serta penguatan fungsi PMII sebagai kontrol sosial yang kritis namun solutif.
Sementara itu, Fauzan Mokoagow menawarkan visi besar menjadikan PMII Kota Gorontalo sebagai pusat kaderisasi ideologis dan motor gerakan sosial berbasis Islam Nusantara. Ia memandang penguatan sistem kaderisasi kontekstual sebagai fondasi utama organisasi. Fauzan juga mendorong tradisi intelektual melalui diskusi, riset, dan literasi berkelanjutan, serta meneguhkan nilai Islam Nusantara yang moderat, toleran, dan berakar pada kearifan lokal.
Selain itu, Fauzan menaruh perhatian pada penguatan kolaborasi PMII dengan pesantren, masjid, dan tokoh agama, pengembangan gerakan advokasi di bidang pendidikan, lingkungan, dan ekonomi pemuda, hingga reformasi tata kelola organisasi agar lebih profesional, transparan, dan adaptif di era digital.
Pertarungan gagasan antara kedua calon ini dinilai menjadi refleksi kedewasaan demokrasi internal PMII Cabang Kota Gorontalo. Konvercab XXIV tidak hanya menjadi ajang kontestasi kepemimpinan, tetapi juga ruang adu ide dan arah strategis organisasi dalam menjawab tantangan sosial, kebudayaan, dan kebangsaan di tingkat lokal.
Dengan menguatnya partisipasi kader dan mengemukanya diskursus substansial, Konvercab XXIV diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang tidak hanya solid secara struktural, tetapi juga progresif dalam gerakan dan berpihak pada kepentingan umat serta masyarakat luas. (*)



















