BANGKEP, EKOPOLIS.CO.ID — Kevin Lapendos, pemuda asal Desa Kalumbatan, melontarkan kritik keras dan terbuka kepada Polres Banggai Kepulauan atas maraknya peredaran narkoba jenis obat-obatan di wilayah Banggai Kepulauan yang dinilai tak kunjung tertangani secara serius.
Sorotan tajam itu secara khusus diarahkan kepada Kapolres Banggai Kepulauan, Kasat Narkoba, serta Kasat Intel yang dianggap memiliki tanggung jawab langsung dalam pencegahan dan penindakan peredaran narkotika di daerah tersebut.
“Peredaran obat-obatan terlarang ini bukan isu baru. Sudah lama menjadi rahasia umum. Jika sampai hari ini masih terus beredar, maka publik berhak mempertanyakan: di mana peran Intelijen? Di mana efektivitas Sat Narkoba?” tegas Kevin dalam pernyataan sikapnya.
Menurutnya, fungsi intelijen kepolisian seharusnya mampu mendeteksi lebih dini jaringan, pola distribusi, hingga aktor-aktor yang terlibat. Begitu pula dengan Sat Narkoba yang secara struktural memiliki kewenangan dan kompetensi untuk melakukan penyelidikan serta penindakan hukum.
Kevin menilai, apabila persoalan ini tidak segera ditindak tegas dan diusut secara menyeluruh, maka muncul dua kemungkinan yang sama-sama memprihatinkan: lemahnya kinerja aparat, atau adanya dugaan pembiaran sistematis.
“Kalau tidak ada langkah konkret dan transparan, publik patut bertanya: apakah ini murni kelalaian, atau ada pembiaran? Bahkan lebih jauh, jangan sampai muncul dugaan keterlibatan oknum. Ini menyangkut masa depan generasi Banggai Kepulauan,” ujarnya dengan nada serius.
Ia juga mengingatkan bahwa dampak narkoba bukan sekadar persoalan hukum, melainkan ancaman sosial yang merusak sendi keluarga, pendidikan, dan stabilitas keamanan daerah. Jika dibiarkan, maka yang hancur bukan hanya individu, tetapi masa depan kolektif masyarakat.
Kevin bahkan menegaskan, jika aparat penegak hukum tidak menunjukkan keseriusan dalam waktu dekat, pihaknya bersama tim independen siap melakukan investigasi sosial untuk mengumpulkan data dan fakta di lapangan.
“Jangan sampai tim kami justru lebih cepat dan lebih dalam mengungkap pola peredaran ini dibanding institusi yang secara resmi memiliki kewenangan dan sumber daya untuk itu,” sindirnya tajam.
Ia mendesak Kapolres Banggai Kepulauan untuk segera memberikan pernyataan terbuka kepada publik terkait langkah konkret pemberantasan narkoba, termasuk transparansi penanganan kasus, jumlah tersangka, serta strategi pencegahan yang diterapkan.
Menurut Kevin, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dipertaruhkan dalam isu ini. Ketegasan, keterbukaan, dan keberanian membersihkan internal jika ada dugaan pelanggaran menjadi kunci untuk mengembalikan legitimasi hukum di mata masyarakat.
“Ini bukan serangan personal. Ini kritik moral dan sosial. Kami ingin Banggai Kepulauan bersih dari narkoba. Dan itu hanya bisa terwujud jika aparat benar-benar berdiri di garis terdepan, bukan sekadar menjadi penonton,” pungkasnya.

















