PALU, EKOPOLIS.CO.ID — Pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong saat ini berada pada titik yang mengkhawatirkan. Di tengah gencarnya pembangunan dan masuknya berbagai proyek berskala besar, persoalan mendasar pendidikan justru belum terselesaikan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat memang sudah berjalan di beberapa sekolah. Namun di banyak wilayah lain, terutama daerah terpencil dan pedalaman, program ini belum dirasakan secara merata. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan nasional belum sepenuhnya menyesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan daerah.
Ketika pemenuhan kebutuhan dasar siswa seperti asupan gizi saja belum setara, maka upaya peningkatan kualitas pendidikan sulit diharapkan berjalan maksimal.
Masalah pendidikan di Parigi Moutong juga diperparah oleh kondisi infrastruktur yang masih terbatas. Banyak sekolah masih menghadapi kendala listrik, jaringan internet yang tidak stabil, serta fasilitas belajar yang minim. Upaya digitalisasi pendidikan tidak akan efektif jika infrastruktur dasar belum siap.
Ironisnya, di saat fondasi pendidikan masih rapuh, Parigi Moutong justru dihadapkan pada masuknya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang membutuhkan tenaga kerja terampil dan SDM yang siap bersaing. Sayangnya, kesiapan tersebut belum dibangun secara serius melalui sistem pendidikan dan pelatihan yang terarah.
Jika pembangunan ekonomi terus melaju lebih cepat daripada pembangunan manusia, maka masyarakat lokal berisiko tersingkir di daerahnya sendiri. Tanpa penguatan pendidikan, proyek besar hanya akan membuka ruang bagi tenaga kerja dari luar, sementara masyarakat setempat menjadi penonton.
Situasi ini menunjukkan bahwa pendidikan belum benar-benar ditempatkan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Program sosial yang belum merata, infrastruktur yang tertinggal, serta tekanan proyek besar menjadi kombinasi yang berbahaya jika tidak segera dibenahi.
Parigi Moutong sedang bergerak menuju perubahan besar. Namun arah perubahan itu sangat bergantung pada bagaimana pendidikan diprioritaskan hari ini. Pembangunan seharusnya bukan hanya soal angka investasi, tetapi tentang menyiapkan manusia agar mampu hidup dan berperan di dalamnya.

















