POHUWATO, EKOPOLIS.CO.ID – Aktivis Gorontalo, Kevin Lapendos, kembali melontarkan kritik keras terhadap situasi di lokasi tambang Bulangita, Kabupaten Pohuwato. Ia menegaskan bahwa persoalan yang terjadi di kawasan tersebut tidak bisa lagi dipandang sekadar sebagai isu tambang ilegal, melainkan sudah menjadi persoalan serius menyangkut keselamatan dan nyawa manusia.
Kevin menyampaikan bahwa rentetan peristiwa kematian di lokasi tambang Bulangita telah menimbulkan kekhawatiran besar di tengah masyarakat. Menurutnya, lokasi tersebut seakan berubah menjadi “lubang kematian” yang terus memakan korban tanpa pernah ada kejelasan hukum maupun penyelidikan yang tuntas.
“Saya tegaskan kembali, ini bukan lagi sekadar persoalan tambang ilegal. Ini soal nyawa manusia yang terus menjadi korban. Setiap kali ada peristiwa kematian, selalu berlalu tanpa penjelasan yang terang kepada publik,” tegas Kevin.
Ia mengingatkan kembali kejadian sebelumnya, yakni meninggalnya salah seorang penambang di lokasi yang disebut-sebut milik seseorang berinisial FM, yang hingga kini belum juga terungkap secara jelas penyebab kematiannya. Peristiwa tersebut, kata Kevin, menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di wilayah Pohuwato.
Kini, insiden serupa kembali terjadi di kawasan tambang Bulangita. Korban kembali ditemukan meninggal dunia dengan kondisi yang menurut Kevin menimbulkan banyak kejanggalan dan pertanyaan di tengah masyarakat.
“Kematian korban sangat aneh dan memunculkan tanda tanya besar. Apa sebenarnya penyebab kematian itu? Apakah murni kecelakaan kerja, atau ada faktor lain yang belum diungkap? Ini yang harus dijelaskan secara terbuka kepada publik,” ujarnya.
Kevin menilai bahwa pola peristiwa yang berulang tanpa pengungkapan yang jelas justru semakin memperkuat kecurigaan publik terhadap lemahnya penegakan hukum di wilayah tersebut. Ia mempertanyakan sikap aparat penegak hukum yang hingga kini belum memberikan kejelasan atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di lokasi tambang tersebut.
“Lokasi tambang Bulangita seakan menjadi lubang kematian yang terus memakan korban, tetapi tidak pernah diusut tuntas. Ini bukan hal kecil. Ketika nyawa manusia hilang dan tidak ada kejelasan, maka publik berhak mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum,” katanya.
Lebih jauh, Kevin juga secara terbuka mempertanyakan sikap Polres Pohuwato yang dinilai belum menunjukkan langkah tegas dalam mengungkap rangkaian peristiwa kematian di area tambang tersebut.
“Pertanyaan besar muncul di tengah masyarakat: ada apa dengan Polres Pohuwato? Mengapa peristiwa-peristiwa ini tidak diusut secara serius? Apakah ada relasi kuasa antara aparat dengan pemilik lokasi tambang?” tegasnya.
Menurut Kevin, transparansi dan keberanian aparat penegak hukum sangat dibutuhkan untuk menghindari spekulasi yang semakin liar di tengah masyarakat. Ia menilai bahwa setiap kematian di lokasi tambang seharusnya diperlakukan sebagai peristiwa serius yang wajib diusut secara menyeluruh.
“Hari ini kembali terjadi hal yang sama. Nyawa melayang begitu saja tanpa sebab yang jelas. Jika peristiwa ini tidak diselidiki dan diungkap secara terang, maka wajar jika publik mempertanyakan keseriusan Polres Pohuwato dalam menegakkan hukum,” ujarnya.
Kevin menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan kawasan tambang berubah menjadi ruang tanpa hukum yang terus menelan korban. Ia mendesak agar penyelidikan dilakukan secara terbuka dan menyeluruh agar masyarakat mendapatkan kejelasan mengenai penyebab kematian para penambang.
“Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan apa pun. Ketika nyawa manusia menjadi korban, maka hukum harus berdiri di depan. Jika tidak, maka tambang Bulangita akan terus menjadi tempat di mana nyawa manusia hilang tanpa keadilan,” pungkasnya. (*)



















