TAOPA, EKOPOLIS.CO.ID – Forum Literasi Nosarara Nosabatutu menggelar acara Talkshow dan Deklarasi di SMKN 1 Taopa yang bertajuk “Pendidikan Tidak Hanya Sekadar Kertas”. Kegiatan yang berlangsung di Ruang SMKN 1 Taopa pada Rabu (14/01/2026) ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman bahwa esensi pendidikan jauh lebih luas daripada sekadar mengejar ijazah atau nilai formal.
Acara dibuka secara resmi oleh Koordinator Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan kecamatan taopa dan Kepala Sekolah SMKN 1 Taopa, Suparto Pakaya, S.Pd., bersama Koordinator Forum Literasi Nosarara Nosabatutu, Nurul Ilmi. Dalam sambutannya, pihak sekolah menekankan pentingnya pengembangan karakter dan keterampilan bagi siswa di era modern.
Diskusi panel ini menghadirkan narasumber lintas sektor yang kompeten di bidangnya Leo Candra (Ketua TBM Parigi Moutong) Sumarni S.Pd., M.M. (Korwil Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Taopa) Pardi S. Salama S.Pd. (Penulis Buku)
Dalam sesi talkshow yang dipandu oleh Hairul Anwar, para pembicara sepakat bahwa literasi adalah kunci utama dalam membangun sumber daya manusia yang kritis dan inovatif. Pendidikan harus mampu mencetak generasi yang memiliki kemandirian berpikir dan kepekaan sosial, bukan sekadar lulusan yang pasif.
Puncak acara ditandai dengan Deklarasi Bersama, di mana seluruh peserta yang terdiri dari guru dan siswa berkomitmen untuk menghidupkan budaya literasi di lingkungan sekolah se kecamatan taopa.
“Gerakan ini adalah awal dari perjalanan panjang yang akan kita lalui karna lagi-lagi perubahan hadir atas kesadaran kolektif dengan ini kami mengharapkan dukungan semua pihak untuk sama-sama meningkatkan minat baca dan menulis di lingkup pelajar” Ujar Hairul Anwar selaku penanggung jawab kegiatan.
Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi erat antara SMKN 1 Taopa, Gerakan Muda, dan Forum TBM Parigi Moutong. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar kecamatan taopa terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, membuktikan bahwa ilmu yang mereka miliki bermanfaat lebih dari sekadar angka di atas kertas.
(Amar/Ekopolis)

















