Popayato, Ekopolis.co.id – puluhan massa aksi yang tergabung dalam aliansi masyarakat dan petani plasma melakukan penutupan jalan sebagai bentuk protes atas lambannya penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini merugikan masyarakat.
Aksi penutupan jalan tersebut dilakukan di titik strategis sebagai upaya menekan pihak perusahaan dan pemerintah agar segera memberikan kepastian terhadap tuntutan yang telah lama disuarakan. Massa menilai bahwa langkah ini terpaksa diambil karena tidak adanya itikad serius dari pihak terkait untuk menyelesaikan masalah secara adil dan transparan.
Dalam orasinya, Fadli Salam sebagai Koordinator Lapangan menegaskan
“Kami sudah terlalu lama menunggu. Hak kami sebagai masyarakat dan petani plasma diabaikan. Jika tidak ada tindakan nyata, maka aksi seperti ini akan terus berlanjut dengan skala yang lebih besar”. Selasa (7/4)
Penutupan jalan ini menyebabkan aktivitas transportasi sempat terganggu, namun massa aksi tetap membuka ruang bagi kendaraan darurat untuk melintas sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan.
Massa aksi juga mendesak pemerintah daerah dan DPRD untuk tidak tinggal diam serta segera memfasilitasi penyelesaian konflik antara masyarakat dan perusahaan. Mereka menilai, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memastikan keadilan bagi masyarakat.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan dalam pengawasan ketat guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Massa menegaskan bahwa penutupan jalan ini merupakan peringatan keras. Jika tuntutan mereka tidak segera direspons, maka aksi lanjutan dengan eskalasi yang lebih besar akan kembali dilakukan.



















