PARIMO, EKOPOLIS.CO.ID – Gelombang protes terhadap berbagai persoalan krusial di Kabupaten Parigi Moutong kian menguat. Gerakan Muda Parigi Moutong memastikan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran besok dengan mengusung tajuk “Selamatkan Parigi Moutong”, sebagai bentuk tekanan moral sekaligus peringatan keras kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Aksi ini dipicu oleh meningkatnya keresahan masyarakat terhadap maraknya pertambangan ilegal, lemahnya penegakan hukum, dugaan penyelewengan distribusi BBM bersubsidi, hingga kondisi darurat narkoba yang dinilai mengancam masa depan generasi muda. Dalam dokumen resmi yang mereka keluarkan, massa aksi menilai situasi daerah sudah berada pada titik memprihatinkan sehingga membutuhkan langkah tegas dan konkret dari pemerintah.
Gerakan Muda secara terbuka mendesak aparat untuk menghentikan seluruh aktivitas tambang ilegal yang merusak ekosistem, sekaligus menangkap oknum aparat yang diduga menjadi pelindung praktik tersebut. Mereka juga mendorong solusi jangka panjang melalui percepatan penyelesaian Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) agar masyarakat dapat menambang secara legal dan berkeadilan.
Selain sektor tambang, massa aksi menyoroti ketimpangan distribusi BBM subsidi yang dinilai tidak tepat sasaran dan rawan diselewengkan. Mereka menuntut evaluasi total sistem pengawasan di lapangan agar subsidi benar-benar dinikmati nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil, bukan dimonopoli pihak tertentu.
Isu lain yang menjadi sorotan adalah peredaran narkotika. Gerakan Muda menyebut kondisi ini sebagai ancaman nyata bagi keberlangsungan generasi daerah. Mereka meminta tindakan pembersihan menyeluruh tanpa pandang bulu, termasuk sanksi tegas berupa pemecatan tidak hormat bagi aparat atau pejabat yang terbukti terlibat jaringan narkoba.
Tak hanya itu, demonstran juga membawa agenda kesejahteraan rakyat dengan menuntut peningkatan perhatian terhadap petani dan nelayan, serta pemerataan infrastruktur pendidikan dan kesehatan hingga wilayah terpencil, sebagai bagian dari keadilan sosial yang selama ini dinilai belum merata.
Secara tegas, Gerakan Muda merumuskan tujuh tuntutan utama, yakni penghentian tambang ilegal, penindakan aparat terlibat, penyelesaian WPR/IPR, evaluasi distribusi BBM subsidi, pemberantasan narkoba, peningkatan kesejahteraan petani-nelayan, serta pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan.
Koordinator Lapangan Aksi, Hairul Anwar, menyatakan pihaknya menuntut komitmen tertulis dan langkah nyata dari pemerintah daerah, kepolisian, dan DPRD agar seluruh aspirasi masyarakat benar-benar ditindaklanjuti, bukan sekadar janji seremonial.
Dalam dokumen yang sama, turut disiapkan fakta integritas yang memuat pernyataan komitmen pimpinan daerah, kepolisian, dan DPRD untuk menerima serta menindaklanjuti tuntutan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab publik.
Aksi besok diperkirakan akan melibatkan berbagai elemen pemuda dan masyarakat sipil. Gerakan Muda menegaskan bahwa demonstrasi akan dilakukan secara tertib dan konstitusional, namun tetap tegas dalam menyuarakan perubahan.
“Ini bukan sekadar aksi, ini panggilan moral untuk menyelamatkan Parigi Moutong,” tegas perwakilan massa aksi. (*)

















