PARIMO, EKOPOLIS.CO.ID – Tragedi duka kembali membasahi Kabupaten Parigi Moutong. Tewasnya seorang penambang emas baru-baru ini bukan sekadar angka dalam statistik kecelakaan kerja, melainkan tamparan keras bagi tata kelola pertambangan di wilayah kabupaten parigi moutong.
Menanggapi peristiwa memilukan ini Gerakan muda kabupaten parigi moutong, Hairul Anwar menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) tidak bisa hanya berpangku tangan atau sekadar mengirimkan ucapan belasungkawa.
Hairul Anwar menilai, jatuhnya korban jiwa di lokasi tambang merupakan bukti nyata dari lemahnya pengawasan dan ketidaktegasan regulasi di lapangan.
”Nyawa manusia bukan barang murah yang bisa dikorbankan demi butiran emas. Pemerintah daerah harus bertanggung jawab penuh! Jangan hanya mau manisnya saja saat bicara potensi PAD, tapi tutup mata saat rakyat bertaruh nyawa di lubang maut,” tegasnya
Publik kini menunggu, apakah Pemda Parimo akan memberikan langkah nyata untuk membenahi karut-marut pertambangan ini, atau justru membiarkan tragedi serupa berulang kembali di masa depan.
Hairul Anwar melihat diamnya pemerintah adalah bentuk pengkhianatan terhadap keselamatan warga. “Kita tidak butuh narasi prosedur yang berbelit. Yang kita butuhkan adalah kehadiran daerah sebelum nyawa berikutnya melayang” pungkasnya.

















