Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Opini

Koalisi BERHASIL Nilai Pilbem UNUGO 2026 Cacat Demokrasi, Soroti Rekomendasi Prodi dan Wakil Rektor

×

Koalisi BERHASIL Nilai Pilbem UNUGO 2026 Cacat Demokrasi, Soroti Rekomendasi Prodi dan Wakil Rektor

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GORONTALO – Pelaksanaan Pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (Pilbem) Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo (UNUGO) tahun 2026 menuai sorotan dari Tim Koalisi Bersatu Haikal Silvana (Berhasil), tim pemenangan pasangan calon nomor urut 01. Koalisi menilai proses Pilbem UNUGO 2026 menyisakan sejumlah persoalan yang perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak kampus dan penyelenggara pemilihan.

Sorotan tersebut muncul setelah calon yang telah ditetapkan sebagai pemenang Pilbem UNUGO 2026 disebut memperoleh rekomendasi dari program studi dan wakil rektor. Menurut Koalisi Berhasil, mekanisme tersebut memunculkan pertanyaan mengenai proses pencalonan serta sistem kaderisasi organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.

Example 300x600

Tim Koalisi Berhasil menyatakan bahwa calon terpilih bukan berasal dari kader organisasi intra kampus, khususnya Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Kondisi itu dinilai memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa yang selama ini diharapkan lahir melalui organisasi kemahasiswaan.

Menurut Koalisi, HMJ seharusnya menjadi ruang pembinaan karakter, kepemimpinan, serta kaderisasi sebelum mahasiswa maju ke tingkat organisasi yang lebih tinggi, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

“Situasi ini dapat mencederai semangat demokrasi kampus apabila proses pemilihan tidak dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan tidak memberikan ruang yang adil bagi kader-kader organisasi intra kampus,” ujar Tim Koalisi Berhasil dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Koalisi juga mempertanyakan dasar pemberian rekomendasi dari program studi dan wakil rektor kepada calon peserta Pilbem. Menurut mereka, mekanisme tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi bahwa proses demokrasi mahasiswa berlangsung tanpa memperhatikan sistem kaderisasi yang telah dibangun organisasi kemahasiswaan.

Selain meminta penjelasan, Tim Koalisi Berhasil mendesak dilakukan evaluasi terhadap keberadaan HMJ di lingkungan UNUGO apabila organisasi tersebut dinilai tidak lagi memiliki peran nyata dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa.

“Kalau calon BEM hanya cukup mendapatkan rekomendasi dari program studi dan wakil rektor tanpa melalui proses kaderisasi organisasi intra kampus, maka keberadaan himpunan mahasiswa patut dipertanyakan. Untuk apa ada HMJ jika kaderisasi tidak menjadi bagian penting dalam regenerasi kepemimpinan mahasiswa?” tegas Tim Koalisi Berhasil.

Atas dasar itu, Koalisi Berhasil menilai pelaksanaan Pilbem UNUGO 2026 mengandung persoalan dalam aspek demokrasi sehingga perlu dievaluasi secara menyeluruh. Mereka meminta pihak kampus maupun penyelenggara pemilihan memberikan penjelasan mengenai mekanisme pencalonan serta dasar penerbitan rekomendasi kepada peserta.

Menurut Koalisi, keterbukaan informasi menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan mahasiswa terhadap proses demokrasi di lingkungan kampus. Penjelasan resmi juga dinilai dapat menghindari munculnya spekulasi maupun dugaan yang berpotensi memperkeruh situasi.

“Demokrasi kampus harus dibangun secara sehat, transparan, dan berkeadilan. Jangan sampai Pilbem justru meninggalkan persoalan dan mencederai semangat demokrasi mahasiswa,” pungkas Tim Koalisi Berhasil.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo maupun panitia penyelenggara Pilbem UNUGO 2026 belum memberikan keterangan resmi terkait sejumlah poin yang dipersoalkan oleh Tim Koalisi Berhasil.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan