Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Mahasiswa KKD Universitas Muhammadiyah Gorontalo Gelar Pelatihan Pembuatan Kecap dari Air Kelapa di Desa Panca Karsa I

×

Mahasiswa KKD Universitas Muhammadiyah Gorontalo Gelar Pelatihan Pembuatan Kecap dari Air Kelapa di Desa Panca Karsa I

Sebarkan artikel ini
KKD UMGO Bersama Masyarakat ( Foto Istimewa)
Example 468x60

Pohuwato Ekopolis.co.id —Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Universitas Muhammadiyah Gorontalo menggelar Pelatihan Pembuatan Kecap dari Air Kelapa pada Senin (3/8/2026) di Aula Desa Panca Karsa I, Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKD dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 1: Tanpa Kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Pelatihan ini berangkat dari hasil observasi mahasiswa KKD yang menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Panca Karsa I bermata pencaharian sebagai petani dan pekebun. Berbagai komoditas dibudidayakan di lahan masyarakat, seperti kelapa, kakao, dan jagung, dengan kelapa sebagai salah satu potensi unggulan desa. Hasil panen kelapa umumnya diolah menjadi kopra, sementara air kelapanya masih belum dimanfaatkan secara optimal. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKD menghadirkan pelatihan pembuatan kecap sebagai inovasi pemanfaatan air kelapa yang bernilai tambah dan berpeluang menjadi usaha bagi masyarakat.

Example 300x600

Pelatihan diikuti oleh 22 peserta yang terdiri atas Pemerintah Desa Panca Karsa I, perwakilan guru, siswi SMK, ibu-ibu PKK, Karang Taruna, dan Pemuda Sasak. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi, dilanjutkan dengan demonstrasi serta praktik pembuatan kecap. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan Pemerintah Desa Panca Karsa I sebagai bentuk sinergi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Koordinator Desa (Kordes) KKD Universitas Muhammadiyah Gorontalo di Desa Panca Karsa I, Putri Syakirah Wira Ibrahim, mengatakan bahwa pelatihan tersebut dirancang berdasarkan potensi lokal yang dimiliki desa.

“Pelatihan ini kami rancang berdasarkan potensi lokal Desa Panca Karsa I. Kami ingin memperkenalkan inovasi sederhana dalam mengolah air kelapa menjadi produk yang bernilai tambah.”

Pada sesi praktik, peserta mengolah 5 liter air kelapa dan berhasil menghasilkan sekitar 6½ botol kecap berukuran 140 ml. Kecap yang dihasilkan kemudian dikemas dalam botol berukuran 140 ml yang telah dilengkapi label sebagai contoh produk yang siap dikembangkan oleh masyarakat.

Kepala Desa Panca Karsa I, Zainuri Mustopa, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut dan berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat terus dimanfaatkan.

“Harapan kami mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut. Harapannya, ilmu pengetahuan yang telah diberikan oleh adik-adik KKD dapat diteruskan oleh masyarakat sehingga dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, mengingat kecap merupakan salah satu kebutuhan yang hampir setiap hari digunakan.”

Antusiasme peserta juga disampaikan oleh Ibu Susi, yang menilai pelatihan tersebut mudah dipahami dan dapat diterapkan di rumah.

“Pelatihannya mudah, bahan-bahannya juga tidak susah dicari, cara buatnya tidak ribet, simpel, rasanya juga enak. Makanya saya minta satu.”

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKD Universitas Muhammadiyah Gorontalo berharap inovasi pengolahan air kelapa dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan produk berbasis potensi lokal yang bernilai ekonomi. Inovasi ini diharapkan mampu membuka peluang usaha sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Panca Karsa I.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan