Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Masyarakat Desa Telaga Larang Truk Bermuatan Kayu Melintas, Desak Pengusaha Ikut Perbaiki Jalan

×

Masyarakat Desa Telaga Larang Truk Bermuatan Kayu Melintas, Desak Pengusaha Ikut Perbaiki Jalan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

POPAYATO, Ekopolis.co.id — Masyarakat Desa Telaga Kecamatan Popayato mengambil sikap tegas dengan melarang kendaraan truk bermuatan kayu melintasi jalan desa. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang dinilai semakin mengalami kerusakan akibat tingginya beban kendaraan yang melintas.

Koordinator aksi, Sarif Husa, mengatakan bahwa masyarakat sebenarnya tidak pernah mempersoalkan aktivitas para pengusaha kayu maupun penggunaan jalan desa. Namun, masyarakat meminta agar para pengusaha juga memiliki tanggung jawab terhadap kondisi infrastruktur yang digunakan secara terus-menerus.

Example 300x600

 “Sebenarnya kami sudah menyampaikan kepada para pengusaha kayu agar sama-sama memperbaiki jalan ini. Tetapi sampai hari ini, kami melihat belum ada itikad baik. Yang ada hanya janji-janji manis,” tegas Sarif.

Menurutnya, semakin berat kendaraan yang melintas, semakin besar pula tekanan terhadap badan jalan yang pada akhirnya mempercepat kerusakan.

Sarif menegaskan, keputusan masyarakat bukan bentuk pelarangan terhadap aktivitas pengusaha kayu secara keseluruhan. Masyarakat hanya meminta adanya tanggung jawab bersama.

“Kami tidak melarang mereka melewati jalan ini. Kami hanya meminta, ketika jalan mengalami kerusakan seperti sekarang, jangan hanya tahu lewat. Mari sama-sama kita perbaiki,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum mengambil langkah tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Telaga. Menurut Sarif, Kepala Desa telah mengetahui dan menyetujui langkah masyarakat terkait pembatasan akses kendaraan bermuatan kayu yang melintasi jalan desa.

Koordinasi juga telah dilakukan dengan pihak Polsek Popayato agar persoalan tersebut dapat diketahui dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan.

 “Saya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa terkait aksi pemblokiran akses masuk mobil bermuatan kayu yang melintas di desa kami, dan Kepala Desa sudah menyetujui hal ini. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Polsek Popayato,” jelas Sarif.

Dengan demikian, mulai hari ini masyarakat Desa Telaga meminta agar tidak ada lagi truk bermuatan kayu yang melintas di lokasi tersebut sebelum jalan yang menjadi keluhan masyarakat diperbaiki.

Sarif berharap para pengusaha kayu dapat melihat persoalan ini secara bijaksana dan tidak menganggap tuntutan masyarakat sebagai bentuk permusuhan.

 “Kami hanya ingin ada keadilan dan tanggung jawab. Kalau jalan ini digunakan bersama, maka ketika jalan rusak, mari kita perbaiki bersama. Jangan sampai masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan ini justru harus menanggung sendiri dampaknya,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan