Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaPendidikan

Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa di Kecamatan Tomini, Mahasiswa Tuntut Audit Menyeluruh

×

Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa di Kecamatan Tomini, Mahasiswa Tuntut Audit Menyeluruh

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Universitas Tadulako, Wira Tombolotutu. (Foto: Istmwa)
Example 468x60

PARIMO, EKOPOLIS.CO.ID – Aktivis mahasiswa menyoroti serius krisis kepemimpinan desa di Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Mereka menilai kondisi tersebut telah merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa.

Sorotan ini menguat setelah muncul dugaan penyalahgunaan dana desa yang melibatkan mantan kepala desa berinisial MRM. Informasi yang beredar menyebutkan MRM menggunakan dana desa untuk kepentingan pribadi, sehingga sejumlah kewajiban kepada masyarakat tidak terpenuhi.

Example 300x600

Dana tahap kedua tahun anggaran 2025 yang seharusnya dibayarkan kepada kader desa, tutor PAUD, guru mengaji, hingga pegawai syara belum diterima. Total tunggakan mencapai sekitar Rp50 juta dan berdampak langsung pada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari program desa.

Aktivis mahasiswa Kecamatan Tomini, Wira Tombolotutu, menegaskan bahwa persoalan ini tidak berdiri sebagai kasus individu semata. Ia menilai kasus ini mencerminkan lemahnya tata kelola pemerintahan desa di wilayah tersebut.

“Minim transparansi, lemahnya tanggung jawab, dan tidak adanya laporan pertanggungjawaban yang jelas menunjukkan buruknya kepemimpinan desa,” tegas Wira.

Wira juga mengungkapkan bahwa MRM meninggalkan desa sejak awal Januari 2026 dan tidak dapat dihubungi. Kemudian muncul surat pengunduran diri yang dinilai janggal. Selain itu, Wira menduga MRM masih menguasai sejumlah aset desa berupa perangkat elektronik serta meninggalkan proyek pembangunan yang belum selesai.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan kegagalan kepemimpinan yang berdampak luas, tidak hanya pada administrasi desa tetapi juga pada kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.

“Krisis ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Desa tidak boleh berjalan tanpa pengawasan. Ketika pemimpin desa abai, masyarakat yang menanggung dampaknya,” ujar Wira.

Mahasiswa pun menyampaikan sejumlah tuntutan tegas kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, antara lain:

Mendesak audit dan penyelidikan menyeluruh atas dugaan penyalahgunaan dana desa

Meminta evaluasi total terhadap kepemimpinan desa di Kecamatan Tomini

Mendorong transparansi penuh dalam pengelolaan dana desa

Menuntut penyelesaian hak-hak masyarakat yang tertunda

Menguatkan sistem pengawasan agar kasus serupa tidak terulang

Wira menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia mengingatkan bahwa desa merupakan fondasi pembangunan yang tidak boleh dikelola secara sembarangan.

“Jika kepemimpinan desa bermasalah, dampaknya akan merusak kepercayaan publik secara luas,” tutupnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan