Gorontalo 24 Agustus 2026, Ekopolis.co.id — Menanggapi dinamika dan isu yang berkembang di lingkungan kampus, jajaran Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo, mulai dari tingkat institut, fakultas, hingga Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) mengelar musyawarah mufakat bersama Ketua Panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Pertemuan ini krusial mengingat mahasiswa baru tahun ini merupakan angkatan perdana setelah peralihan status kampus dari IAIN menjadi UIN Sultan Amai Gorontalo.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan ketua Ormawa sempat menyuarakan aspirasi terkait minimnya transparansi pelaksanaan PBAK, terutama pada aspek konsumsi peserta. Meski demikian, ruang dialog tetap berjalan kondusif hingga menghasilkan titik temu serta solusi terbaik demi kemaslahatan mahasiswa baru.
Salah satu terobosan yang disepakati adalah penyelenggaraan Expo Kemahasiswaan. Ketua Panitia PBAK, Arfan Nusi, menyampaikan bahwa agenda ini menjadi inovasi baru yang membedakan PBAK era UIN dengan masa IAIN terdahulu.
“Inovasi expo ini diharapkan menjadi pembeda pasca-alih status kampus, sekaligus membuka peluang bagi organisasi mahasiswa yang ingin mengembangkan unit usaha UMKM di lingkungan universitas,” ujar Arfan Nusi.
Para Ketua Dema Fakultas UIN Sultan Amai Gorontalo juga mengajukan beberapa poin tuntutan utama, antara lain:
Pengelolaan Konsumsi: Jaminan ketersediaan konsumsi selama tiga hari pelaksanaan PBAK. Khusus pada hari ketiga, alokasi makanan mahasiswa baru disalurkan melalui area expo untuk membantu peserta yang mengalami keterbatasan finansial.
Akomodasi & Keselamatan: Penyediaan sarana transportasi bagi mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin dan Dakwah guna mengantisipasi risiko kecelakaan saat berpergian dari Kampus 1 (Kota Gorontalo) menuju Kampus 2 (Limboto).
Ketua panitia menyetujui poin-poin aspirasi tersebut dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran yang ada. Kesepakatan ini kemudian dituangkan dalam bentuk Surat Kesepakatan Bersama. Pihak Ormawa menegaskan akan menuntut pertanggungjawaban panitia apabila poin-poin yang telah disepakati tidak direalisasikan di lapangan.



















