Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaPendidikan

Masih Yakinkah Masyarakat Pohuwato Menitipkan Masa Depan Anaknya di Universitas Pohuwato?

×

Masih Yakinkah Masyarakat Pohuwato Menitipkan Masa Depan Anaknya di Universitas Pohuwato?

Sebarkan artikel ini
Farzikal kumasi, Ketua Komisariat PMII Universitas Pohuwato (Foto Istimewa)
Example 468x60

POHUWATO, Ekopolis.co.id — Kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi merupakan modal utama dalam membangun sebuah institusi pendidikan. Namun, belakangan ini muncul kekhawatiran di tengah masyarakat Pohuwato menyusul kembali diundurnya pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pohuwato tanpa kepastian waktu yang jelas.

Kegiatan PKKMB seharusnya menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, sistem akademik, organisasi kemahasiswaan, hingga berbagai layanan yang tersedia. Karena itu, penundaan tanpa penjelasan yang memadai dinilai berpotensi menimbulkan tanda tanya, terutama bagi mahasiswa dan orang tua.

Example 300x600

Pertanyaannya sederhana: sebenarnya apa yang sedang terjadi di Universitas Pohuwato?

Jika penundaan tersebut berkaitan dengan jumlah mahasiswa baru yang masih sedikit, maka kondisi tersebut semestinya tidak hanya dijadikan alasan, tetapi menjadi bahan evaluasi serius bagi pengelola kampus.

Sebab, masyarakat tentu akan mempertimbangkan banyak hal sebelum menitipkan masa depan pendidikan anak-anak mereka. Mulai dari kualitas akademik, fasilitas, sistem pelayanan, transparansi informasi, hingga tata kelola kampus secara keseluruhan.

Mahasiswa bukan sekadar angka untuk memenuhi kuota penerimaan. Mereka adalah peserta didik yang berhak memperoleh pelayanan pendidikan yang profesional, transparan, dan berkualitas.

Jika jumlah mahasiswa baru belum sesuai harapan, maka pihak kampus perlu bercermin dan bertanya secara terbuka:

Apa yang membuat calon mahasiswa harus memilih Universitas Pohuwato?

Apakah fasilitas kampus sudah cukup meyakinkan?

Apakah sistem akademiknya sudah tertata dengan baik?

Apakah pelayanan kepada mahasiswa sudah profesional?

Apakah informasi yang disampaikan kepada calon mahasiswa dan mahasiswa baru sudah transparan?

Dan yang paling penting, apakah Universitas Pohuwato sudah memberikan alasan yang cukup kuat bagi masyarakat untuk mempercayakan masa depan pendidikan anak-anak mereka?

Jangan sampai kampus terlalu sibuk membangun citra melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi lupa bahwa kepercayaan masyarakat dibangun melalui kualitas, pelayanan, keterbukaan, dan konsistensi.

Penundaan PKKMB mungkin terlihat sebagai persoalan teknis. Namun, bagi mahasiswa baru, ketidakjelasan tersebut dapat menjadi gambaran awal mengenai bagaimana komunikasi dan tata kelola kampus berjalan.

Kami dari Komisariat PMII Pohuwato tidak ingin mahasiswa baru terus berada dalam ketidakpastian.

Jika memang terdapat kendala, sampaikan kendalanya kepada mahasiswa dan masyarakat.Jika ada persoalan, jelaskan persoalannya secara terbuka. Jika terdapat kekurangan, akui dan lakukan pembenahan.

Jangan sampai mahasiswa justru menjadi pihak yang dirugikan akibat buruknya komunikasi dan tata kelola.

Universitas Pohuwato harus memahami bahwa kampus tidak akan menjadi besar hanya karena memiliki gedung, spanduk penerimaan mahasiswa baru, maupun kegiatan seremonial.

Kampus akan tumbuh dan dipercaya ketika mampu membangun kualitas, fasilitas, sistem akademik, pelayanan, serta kepercayaan masyarakat.

Karena itu, jangan hanya bertanya:

“Mengapa mahasiswa baru sedikit?”

Tetapi tanyakan pula:

“Mengapa masyarakat belum cukup yakin memilih Universitas Pohuwato?”

Pertanyaan tersebut penting untuk dijawab secara terbuka melalui evaluasi menyeluruh. Sebab, tanpa keberanian melakukan introspeksi dan pembenahan terhadap persoalan mendasar, sulit berharap kepercayaan masyarakat serta jumlah mahasiswa baru akan meningkat secara signifikan.

Komisariat PMII Pohuwato menegaskan, mahasiswa jangan dijadikan korban dari ketidakjelasan komunikasi. Universitas Pohuwato perlu memberikan kepastian, keterbukaan, dan pelayanan terbaik kepada mahasiswa sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat.

Catatan: Pernyataan di atas merupakan sikap/kritik organisasi dan tidak dimaksudkan sebagai vonis atas pengelolaan Universitas Pohuwato. Pihak kampus tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan atas penundaan PKKMB maupun persoalan lain yang dipersoalkan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan