Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Breaking NewsDaerah

Aliansi GERAM Desak Polres Boalemo Transparan Tangani Kasus PETI dan Perkuat Penegakan Hukum

×

Aliansi GERAM Desak Polres Boalemo Transparan Tangani Kasus PETI dan Perkuat Penegakan Hukum

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BOALEMO – Aliansi GERAM (Gerakan Rakyat Melawan) menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Boalemo pada Senin (3/8/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap dugaan kerusakan lingkungan akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dinilai masih berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Boalemo.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada jajaran Polres Boalemo. Mereka meminta transparansi penanganan perkara tiga unit alat berat yang telah diamankan dari lokasi PETI. Massa juga mendesak aparat kepolisian memperkuat penegakan hukum terhadap seluruh aktivitas pertambangan ilegal.

Example 300x600

Koordinator Lapangan Aliansi GERAM, Masruh Punuh, mempertanyakan perkembangan penyidikan terhadap tiga unit alat berat yang saat ini diamankan di Polres Boalemo. Menurutnya, keberadaan alat berat tersebut harus menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas PETI, termasuk pelaku lapangan maupun pihak yang diduga menjadi penyandang dana.

“Kami berharap proses penyidikan dilakukan secara profesional dan transparan. Penanganan perkara ini harus mampu mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab, bukan hanya berhenti pada penyitaan alat berat,” tegas Masruh dalam dialog bersama pihak kepolisian.

Dalam kesempatan tersebut, Kabag Ops Polres Boalemo menjelaskan bahwa perkara tiga unit alat berat telah memasuki tahap penyidikan. Namun demikian, Kasat Reskrim Polres Boalemo yang menangani proses penyidikan tidak hadir dalam dialog dengan massa aksi sehingga belum memberikan penjelasan teknis mengenai perkembangan perkara.

Selain mempertanyakan perkembangan penyidikan, Aliansi GERAM juga menyoroti dugaan masih berlangsungnya aktivitas PETI di wilayah Sambati dan Tangga Barito. Massa menilai penindakan yang dilakukan aparat belum cukup apabila tidak diikuti dengan langkah pencegahan yang berkelanjutan.

Menurut Aliansi GERAM, Polsek setempat perlu meningkatkan patroli rutin, memperketat pengawasan pada titik-titik yang rawan aktivitas PETI, serta memperluas sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak kerusakan lingkungan dan konsekuensi hukum dari pertambangan tanpa izin.

Dalam orasinya, massa juga menyampaikan penilaian bahwa upaya pencegahan yang dilakukan hingga kini belum berjalan maksimal. Atas dasar itu, mereka meminta Kapolres Boalemo melakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolsek Dulupi. Bahkan, massa mendesak agar Kapolsek Dulupi dicopot karena dinilai belum mampu mencegah maraknya aktivitas PETI di wilayah Sambati.

Aliansi GERAM menegaskan akan terus mengawal proses penanganan perkara hingga tuntas. Organisasi tersebut menyatakan tidak ingin keberadaan tiga unit alat berat yang telah diamankan sebagai barang bukti menjadi tidak jelas status maupun tindak lanjut hukumnya.

Selain mengawal perkembangan perkara tersebut, Aliansi GERAM juga memastikan akan terus memantau seluruh aktivitas PETI yang diduga masih terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Boalemo. Mereka berharap Polres Boalemo tetap berkomitmen, profesional, konsisten, dan transparan dalam menegakkan hukum sehingga tidak ada ruang bagi praktik pertambangan ilegal yang merusak lingkungan serta merugikan masyarakat.

Menutup aksi, Aliansi GERAM kembali mendesak Polres Boalemo untuk menegakkan hukum terhadap seluruh pelaku aktivitas PETI tanpa pandang bulu. Mereka juga meminta setiap tahapan penanganan perkara dilakukan secara terbuka agar memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat perlindungan terhadap lingkungan hidup dan kepentingan masyarakat Kabupaten Boalemo.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan