Gorontalo, Ekopolis.co.id – Wakil Rektor III IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Sahmin Madina, S.Sos., M.Si., menggelar silaturahmi dan koordinasi khusus bersama Gusnar Rupu, mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mengenal lebih dekat sosok mahasiswa yang belakangan ini menjadi sorotan publik karena keberanian dan kepeduliannya terhadap masyarakat.
Nama Gusnar mencuri perhatian setelah tampil berani menyampaikan langsung aspirasi warga kepada pejabat tinggi negara. Baginya, sebuah forum besar tidak boleh hanya menjadi seremonial belaka, tetapi harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Momen itu terjadi ketika Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, baru saja menutup pidatonya. Dari barisan belakang, Gusnar mengangkat pengeras suara dan dengan santun namun penuh ketegasan menyampaikan suara masyarakat yang selama ini membutuhkan perhatian pemerintah.
“Izin, Pak Menteri. Saya mahasiswa dari ujung barat Gorontalo ingin menyampaikan, di tengah kemeriahan Penas di pusat kota, masih ada kesulitan yang dirasakan warga. Rakyat di Desa Molosipat, Popayato Barat, mengalami masalah dalam mendapatkan aliran air untuk mengairi sawah mereka,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Rektor III mengaku awalnya hanya mengetahui bahwa Gusnar sedang mengurus proses penerbitan sebuah buku. Namun, setelah mengenal lebih jauh, pihak kampus menemukan sosok mahasiswa yang tidak hanya aktif di bidang akademik, tetapi juga memiliki keberanian, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Selama ini, Gusnar dikenal aktif menyuarakan kepentingan rakyat dan tidak ragu berdiri di garis depan untuk memperjuangkan keadilan serta kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerahnya.
Melihat potensi besar yang dimiliki, pembahasan kemudian berkembang pada karya tulis Gusnar yang berjudul Cinta yang Tak Akan Pernah Pudar oleh Waktu. Karya tersebut mendapat perhatian khusus dari pimpinan kampus sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan produktivitas mahasiswa.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pihak kampus berkomitmen membantu mengomunikasikan naskah tersebut kepada produsen film di Jakarta agar dapat dipertimbangkan untuk diadaptasi menjadi sebuah karya sinematografi yang berkualitas.
Apabila proses tersebut memperoleh kesepakatan dan izin dari pihak terkait, Gusnar direncanakan akan diberangkatkan ke Jakarta. Selain menyerahkan naskah karyanya, ia juga berpeluang terlibat langsung sebagai aktor dalam produksi tersebut.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kampus tidak hanya mendukung mahasiswa yang berprestasi di ruang akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka yang berani bersuara, berkarya, dan membawa manfaat bagi masyarakat luas. Diharapkan, perjalanan Gusnar Rupu dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berani menyampaikan kebenaran dan menghasilkan karya yang berdampak bagi bangsa.



















