Pohuwato, Ekopolis.co.id – Ketua Cabang PMII Pohuwato, Zulkifli Dunggio, memberikan apresiasi kepada panitia dan pengurus Rayon yang telah sukses menyelenggarakan Creative Workshop sebagai ruang pengembangan kapasitas kader di bidang desain grafis dan literasi digital.
Menurut Zulkifli, kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi yang terus berkembang di era digital saat ini.
“Kader PMII tidak boleh tertinggal, apalagi hanya menjadi konsumen informasi. Kader PMII harus menjadi produsen gagasan, pencipta narasi, dan penggerak opini yang berpihak pada kepentingan rakyat,” ujar Zulkifli dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa Creative Workshop tidak hanya dipahami sebagai pelatihan teknis desain grafis semata, melainkan bagian dari proses kaderisasi yang bertujuan membangun kapasitas intelektual kader agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, jika pada masa lalu perjuangan banyak dilakukan melalui forum diskusi dan aksi lapangan, maka saat ini ruang digital juga telah menjadi medan perjuangan yang tidak bisa diabaikan.
“Siapa yang mampu menguasai ruang digital, maka ia memiliki peluang besar untuk memenangkan pertarungan gagasan. Karena itu, kader PMII harus hadir dan mengambil peran aktif di dalamnya,” katanya.
Zulkifli menilai penyelenggaraan workshop tersebut menunjukkan kesadaran organisasi bahwa proses kaderisasi tidak boleh berjalan stagnan. PMII, lanjutnya, harus mampu melahirkan kader yang tidak hanya kritis dalam membaca realitas sosial, tetapi juga memiliki kemampuan mengemas dan menyebarluaskan gagasan perjuangan melalui media kreatif.
“Gagasan yang besar akan kehilangan maknanya apabila tidak mampu dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat. Oleh sebab itu, kemampuan desain, media, dan teknologi menjadi keterampilan yang penting untuk dimiliki kader hari ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap peserta yang mengikuti pelatihan mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk memperkuat gerakan sosial dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Kami berharap lahir kader-kader yang mampu menjadikan desain, media, dan teknologi sebagai instrumen perjuangan. Gunakan kemampuan tersebut untuk menyuarakan kepentingan rakyat, mengawal kebijakan publik, mengkritisi ketidakadilan, serta memperkuat eksistensi PMII sebagai organisasi yang selalu hadir di tengah persoalan masyarakat,” ujarnya.
Zulkifli juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi sebagai bagian dari strategi perubahan sosial. Menurutnya, kader PMII harus mampu mengombinasikan kreativitas, kemampuan digital, dan keberpihakan kepada rakyat dalam setiap gerakan yang dilakukan.
“Kita membutuhkan kader yang bukan hanya pandai berbicara tentang perubahan, tetapi juga mampu menguasai alat-alat perubahan. Sebab di era ini, kreativitas adalah kekuatan, teknologi adalah instrumen, dan keberpihakan kepada rakyat tetap menjadi tujuan utama perjuangan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Ketua Cabang PMII Pohuwato itu mengajak seluruh kader untuk memanfaatkan ruang digital sebagai sarana penyebaran gagasan yang konstruktif dan berpihak kepada masyarakat.
“Jangan biarkan ruang digital dikuasai oleh kebisingan tanpa arah. Kader PMII harus hadir mengisinya dengan gagasan, karya, dan keberpihakan kepada rakyat,” pungkasnya.
Kegiatan Creative Workshop tersebut diharapkan menjadi momentum lahirnya kader-kader PMII yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kreatif dalam berkarya, serta tetap konsisten memperjuangkan nilai-nilai keadilan sosial dan kepentingan rakyat melalui berbagai platform digital.

















